Ekonomi Biru, Laut Sebagai Sumber

Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Pembangunan

Aloysius Susanto, Sukendra Martha, Aris Poniman

Ekonomi Biru atau Blue Economy merupakan satu konsep ekonomi yang memanfaatkan laut dan kekayaan yang ada di dalamnya sebagai faktor produksi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada tahun 2010 konsep ekonomi biru diperkenalkan oleh Gunter Pauli. Konsepnya tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan ekonomi yang sekaligus diikuti dengan keadilan sosial dan perlindungan laut untuk generasi berikutnya.
Era Presiden Joko Widodo, pada tahun 2014-2019 dengan konsep pembangunan nasional yang berfokus pada laut atau maritim, pada hakekatnya adalah implementasi ekonomi biru. Laut Indonesia yang luasnya mencapai ¾ wilayah Indonesia kaya dengan berbagai sumber daya laut dan pesisir seperti: ikan dan biota laut lainnya, energi, mineral dasar laut, transportasi dan nilai komersial laut. Berbagai sumber daya tersebut merupakan sumber daya ekonomi yang sangat besar dan sangat potensial meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pembangunan Tol Laut, peningkatan produksi ikan di laut Indonesia, Poros Maritim Dunia adalah program andalan pembangunan nasional. Namun sesuai dengan prinsip ekonomi biru aspek perlindungan dan kelestarian fungsi laut Indonesia harus tetap dijaga agar generasi mendatang juga dapat memanfaatkan sebagai sumber kehidupan. Sudah saatnya Indonesia mempunyai konsep ekonomi biru secara utuh dan menyeluruh sehingga berbagai pembangunan di laut Indonesia mengacu konsep tersebut. Adanya konsep ekonomi biru yang utuh dan menyeluruh akan menjamin pertumbuhan ekonomi Indonesia secara sehat dan menjaga laut serta langit tetap biru.

Ringkasan
Ekonomi Biru, Laut Sebagai Sumber
Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Pembangunan

Konsep ekonomi biru adalah konsep untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi, inklusif atau keadilan sosial, dan perlindungan dan konservasi lingkungan hidup, sementara pada saat yang sama harus dipastikan bahwa lingkungan wilayah laut dan pesisir tetap terjaga keberlanjutannya (World Bank Group, 2016). Konsep ekonomi biru pertama kali dicetuskan oleh Gunter Pauli pada tahun 2010. Konsep ekonomi biru saat ini telah menjadi kecenderungan yang bersifat global. Bumi yang 70%nya merupakan laut saat ini dihuni sekitar 7 milyar jiwa. Laut mengandung sumber daya perikanan, mineral dasar laut, minyak dan gas, menjadi media transportasi laut, dan ekosistem laut. Berbagai sumber daya itulah menjadi sumber ekonomi yang begitu besar bagi generasi sekarang dan mendatang .
Indonesia yang saat ini mempunyai paradigma pembangunan nasional di bidang kemaritiman seperti perikanan, tol laut, eksploitasi minyak dan gas lepas pantai, poros maritim dunia pada hakekatnya adalah kegiatan yang terkait dengan ekonomi biru. Berbagai kegiatan tersebut sudah waktunya diperkaya dengan prinsip-prinsip ekonomi biru. Tulisan ini juga memberikan masukan kebijakan dalam pembangunan nasional yaitu: internalisasi ekonomi biru dalam pembangunan nasional, mendesaknya tata ruang laut nasional, kebijakan komprehensif penyelamatan ekosistem laut, kajian terhadap kecenderungan global dalam pembangunan laut, penyiapan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk membangun negeri berdasarkan paradigma ekonomi biru.